cs@digiFRAME.biz.id 0855-994-7474 | 0813-1821-7680
Dibalik Makna Perhiasan Dalam Pernikahan
December 13, 2017
0

disadur dari Dwi Ani Parwati 

Setumpuk agenda persiapan pernikahan cukup menyita perhatian para calon pengantin. Dari sederet “ to do list” tersebut, pada urutan ke berapakah rencana memilih perhiasan untuk calon mempelai tercamtum dalam agenda persiapanmu? BIsa jadi, perihal perhiasan pengantin belum masuk dalam daftar persiapanmu. Persiapan pengantin merupakah hal cukup esensial dalam persiapan pernikahan. Terlebih lagi, benda yang memiliki makna simbolis tersebut digunakan sebagai mas kawin, maupun sebagai salah satu item peningset ( pengikat- dalam bahasa Jawa). Menyerahkan seperangkat perhiasan lazim berlaku dalam tradisi pernikahan etnis daerah manapun juga.

Banyak ragam pilihan material perhiasan. Salah satunya berbentuk perhiasan emas. Sejak dulu, logam mulia emas adalah simbol kebanggaan dan status bagi seseorang, khususnya dalam perhelatan pengantin. Itulah sebabnya, terdapat tradisi yang berlaku di sejumlah daerah di Indonesia, memberikan perhiasan emas kepada calon pengantin dianggap sebagai ‘pusaka’ yang akan diwariskan dan dijaga, sehingga bisa diturunkan kepada anak cucunya kelak kemudian hari. Perhiasan yang diserahkan sebagai mas kawin dianggap simbol ‘pengikat kekasih’ yang akan terus dipakai dan dijaga seumur hidup sang pengantin. Seperti halnya sebuah pernikahan, dilakukan sekali seumur hidup dan hanya maut yang akan memisahkan.

Ada beberapa jenis perhiasan emas yang diserahkan sebagai ‘pengikat’ atau ‘peningset’ . Misalnya, dalam tradisi Jawa terdapat tradisi menyerahkan sebentuk cincin dari calon pengantin wanita saat meminangkan, kemudian dilanjutkan dengan acara ‘ tukar cincin’ . Disinilah simbolis cincin sebagai wujud ikatan atau pengikat bahwa sang gadis sudah ada yang punya, meski belum resmi dalam tali pernikahan. Dalam tradisi kultur timur, cincin pengikat disisipkan di jari manis sebelah kiri tangan sang gadis. Seperangkat perhiasan lengkap, mulai dari cincin, gelang, kalung hingga anting atau giwang, lazin diserahkan dari pihak keluarga calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita saat prosesi seserahan. Bukan hanya itu, perhiasan emas lazimnya juga diberikan oleh sesepuh keluarga sebagai tanda cinta dan harapan doa kesejahteraan kepada kedua mempelai.

 

Tips Memilih Perhiasan

  1. Membeli perhiasan setidaknya dilakukan enam bulan sebelum tanggal pernikahan. Sebaiknya, Kamu telah menyiapkan konsep busana dan tata rias yang akan kamu kenakan di hari H. Dengan demikian, perhiasan akan serasi dengan seluruh penampilan. Selain itu, kamu masih memiliki cukup waktu bila ada perubahan-perubahan yang terkait dengan busana maupun gay arias wajah dan tata rambutnya.
  2. Pilih perhiasan yang benar-benar kamu sukai, dan tentunya bisa dipakai , terutama pada acara-acara khusus maupun untuk dipakai sehari-hari. Belum tentu semua perhiasan yang kamu sukai, cocok bisa dipakai untuk kamu.
  3. Pertimbangkan secara keseluruhan penampilan seperti apa yang ingin kamu ekspresikan di hari pernikahan. Misalnya, jika ingin tatanan rambut panjang terurai, sebaliknya pilih perhiasan yang menjuntai ke bawah telinga. Sebaliknya, jika rambut ingin disasak atau disanggul ke atas, pilih giwang yang pendek agar tampak elegan.
  4. Ketika memilih perhiasan, pastikan bahwa kamu telah mengukur panjang kalung yang ideal dikenakan untuk model gaun atau kebaya yang nanti akan dikenakan. Juga ukur lingkar pergelangan tangan, maupun ukuran ingkar jari manis tangan untuk mendapatkan ukuran cincin yang tepat. Jadi kamu tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengubah ukuran perhiasan kamu.
  5. Datanglah ke outlet atau toko perhiasan yang terpercaya, sehingga kamu akan mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan sesuai apa yang dibutuhkan

 #digiSELFIE #photoboothselfie #digiFRAME #ledstandingdisplay #sewaphotoboothjakarta #sewatv #sewaphotoboothmurah #interractivewhiteboard #videowall

Leave a Reply